Cara Agar Anak Lebih Responsive dan Terbuka Kepada Orang Tua | Wanita

0
___________________________________________________________________


Berbicara dengan anak-anak tidak sama dengan berbicara kepada orang dewasa. Bila tugas Anda adalah mendengarkan anak-anak, maka anak-anak harus mengerti perkataan Anda dan mau melakukan apa yang Anda minta. Jika Anda ingin mendapatkan respons yang baik, ikuti langkah-langkah berikut:

# Pastikan anak-anak mendengarkan saat Anda berbicara. Jangan sampai mereka melihat Anda, tapi pikiran mereka berada di “tempat lain”. Lalu, posisikan diri berhadapan dan sejajar dengan anak. Katakan bahwa Anda perlu berbicara dan dia harus mendengarkan kata-kata Anda.

# Berbicaralah dengan singkat tapi padat alias dapat dimengerti anak. Lalu, berikan kalimat sederhana yang mampu ditangkap anak. Jika berbicara terlalu lama, anak akan bosan dan ingin menghentikan pembicaraan. Apalagi jika Anda berbicara tentang topik yang tidak menarik bagi mereka.

# Berikan pilihan menarik kepada anak kala Anda ingin anak menyelesaikan sesuatu. Umpamanya, jika Anda ingin anak segera tidur, Anda dapat menarik perhatiannya dengan membacakan cerita.

# Kata-kata Anda sangat berarti bagi seorang anak. Makanya, berhati-hatilah dengan janji atau ancaman yang diberikan ke anak.

Misalnya,Anda mengancam anak tidak boleh bermain dengan temannya karena ia sudah melakukan kesalahan. Nyatanya, Anda malah tidak melakukan ancaman tersebut. Anak harus tahu, ketika Anda mengatakan, “Tidak”, Anda harus sungguh-sungguh menjalaninya.

# Setelah selesai bicara, tanyakan apakah anak sudah mengerti apa yang Anda disampaikan. Suruh anak mengulangi apa yang telah Anda sampaikan.

Jika perlu, agar anak tidak lupa, tulis permintaan Anda di pintu lemari es atau di papan tulis di kamar anak. Anak pasti akan ingat selalu setiap ia melihat tulisan itu.

# Beritahu anak terlebih dulu setiap kali Anda akan melakukan perubahan atau peraturan baru. Tujuannya, agar anak siap menghadapi perubahan dan mengurangi kemarahan anak.

Agar anak responsif dan paham motif di balik keinginan Anda, berikan alasan yang pas saat Anda menginginkan anak melakukan sesuatu. Tapi, tak perlu memaksakan kehendak tanpa bertanya dulu sebab hal ini akan menimbulkan kebencian. Anak pun frustrasi karena menganggap Anda hanya mengaturnya.



Sumber : Tabloid Nova
Editor : Fadhla Audina



Post a Comment

 
Top